Drama Kehidupan

15 Jan

Tua itu identik dengan drama kehidupan. Itulah kesimpulan sementara setelah melewati usia seperempat abad. Tuntutan hidup semakin banyak, tentunya. Tidak melulu harus rajin belajar seperti saat masih duduk di bangku sekolah dulu.

Bagi yang sedang menjalani usia pasca seperempat abad, pertanyaan-pertanyaan ini hadir dan didedikasikan untuk kalian. “Pacarnya siapa? Kerja di mana? Kapan nikah? Udah punya anak? Anaknya berapa?”

Itu baru segelintir pertanyaan yang umum. Masih banyak pertanyaan turunan yang bisa timbul dari kelompok itu. Andai pertanyaan pasca seperempat abad adalah rumus fisika, mungkin kalian sudah jadi Profesor saat ini.

Jauh sebelum menjadi seperempat abad, semua sudah terbayang. Tapi saat menjalaninya adalah momen-momen paling sulit sepanjang hidup hingga timbul reaksi negatif. Seperti ingin menyumpal mulut mereka yang bertanya dengan lakban hitam.

Berparas muda adalah salah satu mukjizat yang diberikan Tuhan. Hanya perlu mempersiapkan diri sebelum pertanyaan-pertanyaan itu dilontarkan dan akhirnya dibalas dengan senyuman atau cengiran. God bless babyface!

Ya..drama kehidupan pasca seperempat abad tidak akan berhenti sampai di situ. Hanya menjadi awal dan sebagian kecil dari semua drama yang akan ditawarkan hidup. “Life is bittersweet,” kata seorang teman.

Tag:,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.