Tua itu identik dengan drama kehidupan. Itulah kesimpulan sementara setelah melewati usia seperempat abad. Tuntutan hidup semakin banyak, tentunya. Tidak melulu harus rajin belajar seperti saat masih duduk di bangku sekolah dulu.
Bagi yang sedang menjalani usia pasca seperempat abad, pertanyaan-pertanyaan ini hadir dan didedikasikan untuk kalian. “Pacarnya siapa? Kerja di mana? Kapan nikah? Udah punya anak? Anaknya berapa?”
Itu baru segelintir pertanyaan yang umum. Masih banyak pertanyaan turunan yang bisa timbul dari kelompok itu. Andai pertanyaan pasca seperempat abad adalah rumus fisika, mungkin kalian sudah jadi Profesor saat ini.
Jauh sebelum menjadi seperempat abad, semua sudah terbayang. Tapi saat menjalaninya adalah momen-momen paling sulit sepanjang hidup hingga timbul reaksi negatif. Seperti ingin menyumpal mulut mereka yang bertanya dengan lakban hitam.
Berparas muda adalah salah satu mukjizat yang diberikan Tuhan. Hanya perlu mempersiapkan diri sebelum pertanyaan-pertanyaan itu dilontarkan dan akhirnya dibalas dengan senyuman atau cengiran. God bless babyface!
Ya..drama kehidupan pasca seperempat abad tidak akan berhenti sampai di situ. Hanya menjadi awal dan sebagian kecil dari semua drama yang akan ditawarkan hidup. “Life is bittersweet,” kata seorang teman.






Speak up!