
pic by: asadtristezia.deviantart.com
Mimpi.
Satu kata yang menjelaskan begitu banyak arti. Bagi saya, mimpi adalah awal dari sebuah keinginan terdalam. Dan yang ingin tertulis di sini kemudian adalah sebuah mimpi yang pernah terangkai saat duduk di bangku kuliah silam.
Untuk kalian yang kepo, inilah impian itu..
“Saya ingin membantu Jatinangor.”
Kenapa Jatinangor?
Pertanyaan bagus. Salah satu kecamatan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, itu merupakan tanah yang menyimpan sejuta kisah ketika enam tahun berada di sana. Awal yang penuh kebencian berubah menjadi rasa rindu yang selalu terbayang sejak pertama kali angkat kaki kembali ke ibu kota.
Penduduk kawasan yang dulunya bernama Cikeruh itu sungguh pantas diberikan pendidikan lebih agar mampu beradaptasi dengan cara yang bijak dari budaya orang kota. Ya.. Para mahasiswa yang migrasi ke sana, termasuk saya saat itu. Bukankah lebih baik membantu daerah yang kita kenal terlebih dahulu ketimbang tidak sama sekali?
Trus?
Akibat migrasi orang kota, penduduk setempat kebanyakan gegar budaya dan mulai melupakan kearifan lokal. Mata pencaharian yang dulu bertani kini berubah menjadi karyawan Jatinangor Town Square atau tukang jaga kosan. Sawah berubah jadi Kosan. Pemuda berhenti sekolah lebih awal dan akhirnya maling motor untuk dijual di Majalengka atau Garut. Semua demi memenuhi “kebutuhan” untuk bisa bergaya ala mahasiswa kota.
Begitulah..saya merasa ikut andil dan harus bertanggung jawab meski bukan sepenuhnya. Tapi setidaknya mereka harus hidup lebih baik. Sedih rasanya bila mereka harus terpinggirkan karena para mahasiswa pendatang yang seharusnya memberi contoh yang baik karena sedikit lebih berpendidikan.
Mo ngapain emangnya?
Mau punya pertanian dan kebun organik yang dikelola masyarakat sekitar, mau punya perpustakaan gratis buat penduduk sekitar, mau bikin kursus komputer dan bahasa inggris gratis buat pemuda sekitar, mau bikin koran murah buat Jatinangor, atau sekedar mengembalikan tanah lapang agar anak-anak bisa bebas bermain tanpa perlu dipungut bayaran.

pic by: oelatboeloe.deviantart.com
Hmm.. Sepertinya indah mengembalikan Jatinangor menjadi perkebunan hijau lagi. Meski kata Paulo Coelho, “Save your energy: you can’t repeat the past.” Tak salah kan berharap suatu saat bisa mewujudkannya? Siapa tahu ada yang mau bantu.






Speak up!